Rabu, 31 Oktober 2012

Tuhan, Tunjukkan Cahaya-Mu

karya:  Hamdi Alfansuri

Baru saja kemarin, sebuah mimpi tak terduga begitu menyentakkan jiwaku. Aku benar-benar tak percaya! Sebuah sugesti atau hanya sekedar halusinasi belaka. Tapi, ia seakan-akan nyata. Rasanya aku mengenali sosok itu. Tapi siapa dia? Aku ragu!


Dari caranya bertutur kata, gerakan tubuhnya, dan segala-galanya. Aku mengenali! Tapi, siapa dia? Aku dapat merasakan kehangatannya, aku dapat merasakan curahan kasih sayangnya, perhatian yang istimewa. Siapa dia? Sosok yang begitu menggetarkan jiwa.

Hingga detik ini, rangkaian aksara yang diucapkannya, masih bersarang di fikiranku. Mengendap-endap lalu mendominasi. Walau semua, hanya pada alam tak sadarku saja.

“Sudah dikirim ke media?” ucapnya lembut menenangkan jiwa.

“Belum, pak!” sahutku lemah.

“Kapan dikirim?” ia bertanya kembali, penuh perhatian. Seolah ia mengharapkan sesuatu dariku.

“Insya Allah besok, pak. .” jawabku lemah, bersama jiwa yang terguncang mendengar pertanyaannya.

Semenjak mimpi itu menelusup dalam lelapku. Ia seakan menjadi paradigma baru hidupku. Gelombang yang meninggalkan berjuta pertanyaan dalam diri. Siapa sosok itu? Mengapa ia sangat memperhatikan keberadaanku? Mengapa ia tahu tentang apa yang harus kulakukan? Hingga, pertanyaan-pertanyaan itu membuat hari-hariku terbuai dalam lamunan ragu.

Tuhan, tunjukkan cahaya-Mu! Siapa dia? Engkaukah itu? Ataukah sosok itu adalah pesuruh-pesuruh-Mu. Tuhan! Dalam sujud aku memohon, tunjukkan cahaya-Mu! Beri aku ketenangan jiwa. Batinku kini benar-benar menangis. Siapa dia? Benarkah ia adalah seorang yang sangat dekat denganku? Orang yang benar menyayangiku? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Memeluk hangat tubuhnya. Tuhan, tunjukkan cahaya-Mu!

Pertemuanku dengan dirinya, sungguh adalah hal terindah dalam hidupku. Andai saja itu terjadi! Aku mungkin akan benar-benar bahagia. Aku ingin sekali berterima kasih padanya. Ia adalah motivasi dan inspirasi terbaik dalam hidupku. Walau diri ini belum mampu menjamahnya, tapi aku merasakan bahwa ia ada.
Alf, bersama mimpi kemarin pagi

tulisan juga dapat dilihat di Forum Sastra Ilusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar